Selasa, 20 Juli 2010

Sistem Informasi Manajemen Dakwah (Bahan Kuliah)

APA ITU SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAKWAH
Oleh: Abdul Hamid


Dunia masa depan adalah dunia informasi. Maju tidaknya suatu bangsa atau suatu Negara ditentukan oleh penguasa bangsa atau Negara atas informasi yang kian kompleks dan canggih. Bangsa Indonesia hanya akan berkembang maju apabila mampu menguasai informasi. Kalau informasi itu beum belum kita miliki, kita harus berupaya mendapatkannya dengan cara apapun.
Sebuah sistem informasi manajemen (SIM) adalah sebuah sistem informasi yang selain melakukan semua pengolahan transaksi yang perlu untuk sebuah organisasi, juga memberi dukungan informasi dan pengolahan untuk fungsi manajemen dan pengambilan keputusan. Sistem informasi yang demikian itu telah ada sebelum munculnya komputer. komputer telah menambahkan sebuah teknologi baru dan ampuh pada sistem informasi.

Karena itulah, materi pada mata kuliah SIM-MD salah satunya adalah Evolusi Konsep SIM dan Komputerisasi Sistem Informasi Manajemen, yang akan dibahas dalam makalah ini.Evolusi Konsep SIM dan Komputerisasi Sistem Informasi Manajemen

A. Evolusi Perkembangan Konsep SIM
Gagasan sebuah sistem informasi untuk mendukung manajemen dan pengambilan keputusan telah ada sebelum dipakainya komputer, yang memperluas kemampuan keorganisasian untu menerapkan sistem semacam itu.

Banyak dari gagasan yang merupakan bagian SIM berkembang atau berevolusi dari bagian ilmu pengetahuan lain. Ada empat bidang pokok konsep dan pengembangan sistem yang sangat penting dalam melacak asal mula konsep SIM:

1. Perukunan Manajerial
2. Ilmu pengetahuan Manajemen
3. Teori Manajemen, dan
4. Pengolahan Komputer

Sistem pelaporan untuk oraganisasi yang dikembangkan oleh perukunan manajerial pada umumnya mencerminkan gagasan perukunan tanggungjawab (Responsibility Accounting) dan perukunan mampulaba (Profitibility Accounting). Dalam ancang-ancang ini setiap manajer menerima laporan dalam lingkup tanggungjawabnya. Laporan-laporan dari tingkat bawah digabung untuk memberikan ikhtisar laporan tingkat manajemen berikutnya, dan seterusnya.

Ilmu pengetahuan manajemen adalah sebuah perkembangan penting dalam sistem informasi manajemen yang berdasarkan komputer, karena ilmu pengetahuan manajemen telah mengembangkan prosedur-prosedur untuk analisis dan pemecahan berdasarkan komputer dalam banyak jenis persoalan keputusan.

Teknologi komputer merupakan faktor penting dalam perkembangan SIM. Tanpa kemampuan komputer, konsep sebuah SIM tidak dapat diwujudkan.

Dalam memahami evolusi konsep SIM, perkembangan terakhir dalam teori manajemen cukup pesat. Bila dalam ilmu pengetahuan manajemen perkembangannya menekankan optimisasi sebagai tujuan, maka teori manajemen menekankan pemuasan (Yaitu mencapai pemecahan yang memuaskan) dan mempertimbangkan keterbatasan manusia dalam mencari pemecahan.

B. Komputerisasi Sistem Informasi Manajemen

a. Perkembangan Komputer Dari Masa ke Masa
Istilah komputer atau dalam bahasa Inggris “Computer” bersumber dari kata “Computere” yang secara harfiah berarti “ Menghitung” atau “Memperhitungkan.

Menurut para ahli, program penyelidikan ruang angkasa yang dilakukan oleh Negara-Negara Super Power, tak mungkin dilaksanakan tanpa komputer.

Berdasarkan sejarah komputer, manusia pertama yang menciptakan komputer adalah Charles Babbage, seorang ahli matematika berkebangsaan Inggris, ketika pada tahun 1833 menampilkan mesin komputer yang dinamakan “General Purpose Digital Computer “.

Sejak Charles Babbage meninggal pada tahun 1871, tidak terdapat kemajuan berarti dalam hal komputer ini. Baru pada tahun 1937 Prof. Howard Aiken dari University Harvard mencoba membangun mesin “Automatic Calculating” dan selesai tahun 1944 dengan diberi nama Mark1.

Dalam perkembangannya, komputer secara elektronik penuh mengalami beberapa generasi, yakni :

1. Generasi Pertama (1945-1959)
Pada tahun 1945 itu adalah tampilnya mesin komputer yang diberi nama ENIAC ( Electronic Numerical Integrator and Calculator) yang merupakan “General Purpose Computer” atau komputer untuk segala tujuan, yang keseluruhannya dijalankan secara elektronik. Yang menciptakannya adalah Prof. John W. Mauchly dan Prosper Eckert dari University Pensylvania dengan menggunakan fasilitas dari Moore School Of Electrical Engineering.

Pada tahun ke tahun mesin komputer ini terus-menerus berkembang sehingga sejumlah perusahaan dapat menciptakan berbagai merk, IBM terkenal dengan Mark Computer Seriesnya, Burrough dengan Magnetic Drum Computer Type E 101 dll. Mesin-mesin komputer yang termasuk generasi pertama itu terus dikembangkan sampai muncul kelompok mesin komputer generasi berikutnya.

2. Generasi Ke Dua (1959-1965)
Generasi ke dua ini menimbulkan banyak keuntungan pada pihak pemakai, antara lain karena mesin-mesin tersebut lebih kecil sehingga menjadi lebih ringan, semakin tinggi daya ingatnya, semakin cepat proses pengolahan datanya, semakin besar daya tampungnya dan yang paling penting semakin tinggi daya kemampuannya untuk memecahkan permasalahan yang rumit-rumit.

Kemajuan yang dapat dicatat dalam perkembangan komputer generasi yang ke dua ini ialah diciptakannya oleh Control Data Corporation (CDC) yaitu sebuah mesin komputer dengan model 6600 Super Computer yang dapat menyelesaikan tiga juta operasi per tiga detik. Berikutnya Model 7600 dengan bentuk yang lebih besar yang bisa melaksanakan dua puluh lima juta operasi per detik.

3. Generasi Ke Tiga (1965-Sekarang)
Penggunaan peralatan elektronik yang baru ini menyebabkan timbulnya keuntungan baru bagi para pemakai dalam hal kapasitasnya, fasilitas programnya semakin lengkap, kemampuannya dalam programming dan processing secara ganda dalam waktu yang sama. Dalam hal jumlah tenaga manusia lebih sedikit, tidak terbatasnya instruksi-instruksi dan kecepatannya yang luar biasa.

b. Komputerisasi di Indonesia
Indonesia pertama kali mengenal komputer pada tahun 1956 pada waktu itu Bank Sentral Indonesia membeli sebuah komputer merk Unival System 1004 buatan Amerika Serikat. Kemudian pada tahun 1964 didatangkan komputer untuk keperluan TNI angkatan darat di Bandung, 3 tahun kemudian untuk ITB sebagai perguruan tinggi pertama yang mempergunakan komputer dengan jenis yang sama yaitu IBM System 1401.

Pada tahun 1977 ada 11 lembaga pemerintah yang mulai menggunakan lebih dari 1 unit komputer. Yang paling banyak menggunakan komputer adalah Pertamina, PLN, BI, Garuda Indonesia, Airways, PN Pupuk Sriwijaya, dan Perum Telkom.

Bersamaan dengan meningkatnya jumlah instansi komputer di Indonesia dewasa ini telah banyak yang mendirikan “Software Companies”. Perusahaan ini dalam proses komputerisasinya memegang peranan yang penting, karena perusahaan inilah yang melakukan study kelayakan pengembangan informasi dan penilaian sistem informasi.

c. Beberapa Alternatif Komputerisasi
• Memiliki sendiri
• Menyewa
• Mengadakan Bagi Waktu
• Membeli Jasa “Pusat Data”

Kesimpulan

Betapa beruntungnya kita karena merasakan kecanggihan teknologi yang saat ini telah siap pakai khususnya komputer. Padahal komputer ini, bila dilihat perkembangannya ternyata cukup rumit sampai menjalani beberapa priode. Yang disebut generasi pertama mulai tahun 1945-1959, generasi ke dua tahun 1959-1965 dan akhirnya perkembangan yang semakin pesat pada tahun 1965 sampai sekarang atau disebut generasi ketiga.

Dulu hanya beberapa lembaga pemerintahan atau perusahaan saja yang bisa menggunakan komputer, namun sekarang bisa dikatakan semua orangpun baik dewasa maupun anak-anak, baik perkantoran maupun individu semuanya bisa menikmati teknologi canggih ini. Sehingga informasi pun lebih mudah untuk diterima atau disampaikan. Oleh karena itu, sistem informasi manajemen untuk harus banyak kita galih lagi melalui dengan media komputer. Masih banyak sekali hal-hal yang belum diketahui oleh lembaga-lembaga dakwah atau da’I perorangan yang belum mengetahui tentang betapa pentingnya sistem informasi manajemen dakwah sebelum kita berdakwah.


Pengertian Sistem Informasi Manajemen ( SIM)
Dalam pengertian yang seharusnya, Sistem informasi Manajemen (SIM) adalah sasaran yang dapat dicapai, Rencana jangka panjang yang jelas, yang merupakan kunci untuk mencapai sasaran, hanya mungkin ada apabila terdapat penghargaaan atas berbagai dimensi konsep Sistem Informasi Manajemen.
Sebenarnya memang ada beberapa dimensi SIM sehingga tidak ada difenisi sederhana yang mampu menggambarkan pengertian secara menyeluruh.Untuk itu diperlukan pemahaman tentang latar belakang dalam ilmu system sehingga makana “Sistem Informasi Manajemen” atau SIM dapa dipahmi sepenuhnya.
Sistem informasi manajemen (SIM) adalah serangkain sub-sisitem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu mampu mentranspormasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai denagan gaya dan sifat manajer dasar kreteria mutu yang telah ditetapkan.Untuk memperjelas lebih mendetail apa tu sebenarnaya Sisitem informasi Manajemen (SIM) dengan dijelaskannya latara belakang sedikit akan memperjelas pada pembhasan makalah kali ini PENGERTIAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAKWAH

A. PENGERTIAN SIM
Sebuah sistem informasi manajemen, atau SIM, adalah sebuah sistem informasi yang selain melakukan semua pengolahan transaksi yang perlu untuk sebuah organisasi, juga memberikan dukungan informasi dan pengolahan untuk fungsi manajemen dan pengambilan keputusannya. Gagasan sebuah system informasi yang demikian itu telah ada sebelum munculnya komputer. Namun komputer membuat gagasan tersebut menjadi kenyataan. Organisasi selalu membutuhkan sistem-sistem untuk mengumpulkan , mengolah, menyimpan, melihat kembali, dan menyalurkan informasi. Komputer telah menambahkan sebuah teknologi baru dan ampuh pada system informasi. Akibatnya, sebuah system informasi berdasarkan komputer akan betul-betul berbeda dengan sistem-sistem yang diolah secara manual atau elektro-mekanis. Siatem informasi manajemen digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida, diimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi untuk pengolahan transaksi, penjelasan status, dan sebagainya; lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari; lapisan ketiga terdiri dari sumber daya system informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen; dan lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi untuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat puncak manajemen.
Banyak para sarjana ahli manajemen mendefinisikan Sistem Informasi Manajemen, misalnya Gordon B. Davis, Joel E. Ross, Donald W. Lroeber, dan masih banyak lagi.
Definisi dari Donald W. Kroeber dalam bukunya berjudul Management Information Systems mengatakan bahwa Sistem Informasi Manajemen adalah sebuah organisasi, sejumlah proses yang menyediakan informasi kepada manajer sebagai dukungan dalam operasi dan pembuatan keputusan dalam suatu organisasi.
Gordon B. Davis mengatakan bahwa Sistem Informasi Manajemen merupakan sebuah system pemakai yang terintegrasi yangn menyediakaninformasi untuk menunjang operasi-operasi manajemen dan fungsi-fungsi pengambilan keputusan di dalam sebuah organisasi. Sistem tersebut memanfaatkan perangkat keras dan perangkat lunak komputer dan prosedur-prosedur manual; model-model untuk analisis, perencanaan, pengawasan dan pengambilan keputusan dan suatu data base.
SIM dilihat dari segi pendapat sarjana terdahulu :
1. Ditekankan pada suatu sistem mesin.
2. Sebuah organisasi.
3. Pihak penyaji informasi.
4. Terdapat dalam suatu organisasi.
5. Ditujukan untuk sesuatu hal yaitu operasi sebuah perusahaan, analisis dan pengambilan keputusan.
6. Dilibatkan komputer, prosedur, suatu data base.
Sekarang kita lihat bagaimana Joel E. Ross berpendapat dalam hal yang sama. Meskipun kenyataannya komputer tidak lebih daripada alat untuk memproses data, banyak manajer memandang komputer sebagai elemen pusat suatu sistem informasi. Kecenderungan sikap ini terlalu tinggi dan memutarbalikkan peranan komputer. Peran sebenarnya komputer adalah menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan, perencanaan dan kontrol. Sebenarnya penekanan bisnis pada system informasi terlalu berlebihan bila majalah bisnis hari ini tidak memuat artikel tentang system informasi, pengumpulan data, relasi pokok. Banyak usaha yang dikelola untuk menggabungkan manajemen, informasi dan system serta memperlihatkan hubungannya dengan komputer.
Definisi sebuah Sistem Informasi Manajemen, istilah yang umum dikenal orang, adalah sebuah sstem manusia/mesin yang terpadu (integrated), untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah ‘data base’.
1. Sistem Manusia/Mesin Berdasarkan Komputer
Interaksi manusia/mesin diperkaya melalui operasi ‘on-line’ dimana terminal masukan/keluaran (input/output} dihubungkan pada komputer untuk memberikan masukan dan keluaran langsung pada penerapan yang mendapatkan maslahat dari keadaan semacam itu. Operasi ‘on-line’ diperlukan untuk dialog manusia/mesin, tetapi ada banyak tugas pengolahan juru tulis yang lebih efisien tanpa masukan/keluaran termanual.
2. Sistem Terpadu dengan Data Base
Sebuah sistem terpadu berdasarkan pada anggapan bahwa harus ada integrasi antara data dan pengolahan. Intergasi data dicapai melalui “data base”. Pada sebuah system pengolahan informasi, “data base” terdiri dari semua data yang dapat dijangkau oleh system. Pada SIM berdasarkan komputer, istilah “data base” biasanya dipakai khusus untuk data yang dapat dijangkau secara langsung oleh komputer. Manajemen sebuah “data base” adalah sebuah system perangkat lunak komputer yang disebut sebagai sebuah system manajemen data base.
3. Pemanfaatan Manajemen dan Model Keputusan
Tidaklah cukup bagi seseorang bila hanya menerima data mentah atau ikhtisar data sekalipun saja. Harus ada suatu cara untuk mengolah dan menyajikan data sedemikian rupa sehingga hasilnya mengarah pada keputusan yang akan diambil. Hasilnya haruslah mendorong pada keputusan. Metode untuk melaksanakan hal ini adalah mengolah data dalam bentuk sebuah model keputusan. Contoh, sebuah keputusan investasi dibandingkan pengeluaran modal baru harus diolah dalam bentuk sebuah model pembelanjaan modal berdasarkan tingkat laba yang dipengaruhi kendala-kendala sehubungan dengan ukuran dan resikonya.
Kesimpulan
Dari pengertian di atas, kami pemakalah berkesimpulan bahwa Sistem Informasi Manajemen Dakwah adalah Suatu proses pendekatan yang teroganisir dan terencana untuk memberikan informasi yang tepat dan jelas serta dapat memberikan kemudahan dalam proses manajemen dakwah.

EVALUASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAKWAH (SIMD)
Oleh: Abdul Hamid Al-Sasaki


Sistem informasi dakwah dapat didefinisikan sebagai system informasi yang di
susun dengan mempergunakanmempergunakan prosedur-prosedur yang formal, dengan
tujuan memberikan informasi yang relevan kepada manajer baik itu informasi
internal maupun informasi eksternal pada seluruh fungsi organisasi yang
bersangkutan, sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara efektif.
Sistem informasi yang formal makin dirasakan penting keberadaannya apabila
operasi perusahaan bertambah besar dan bertambah rumit. Banyak para sarjana ahli
manajemen mendefinisikan system informasi manajemen,missal Gordon B Davis, Joel
E Ross, Donald W Kroeber, dan masih banyak lagi. Menurut definisi Donald W
kroeber dalam bukunya yang berjudul manajemen information system mengatakan
bahwa system informasi manajemen adalah sebuah organisasi, sejumlah proses yang
menyediakan informasi kepada manajer sebagai dukungan dalam operasi dan
pembuatan keputusan dalam suatu organisasi.
Menurut Gordon B. Davis mengatakan bahwa system informasi manajemen merupakan
sebuah sistem mesin pemakai yang terintegrasi yang menyediakan informasi untuk
menunjang operasi-operasi manajemen dan fungsi-fungsi pengambilan keputusan di
dalam sebuah organisasi. Sistem tersebut memanfaatkan perangkat keras dan
perangkat lunak komputer, dan prosedur-prosedur manual, model-model untuk
analisis, perencanaan, pengawasan, pengambilan keputusan dan suatu data base
dilihat dari beberapa segi dua definisi tersebut:
• Ditekankan pada pada suatu sistem mesin
• Sebuah organisasi
• Pihak penyaji informasi
• Terdapat dalam suatu organisasi
• Titunjukan untuk sesuatu hal yaitu operasi sebuah perusahaaan, analisis dan
pengambilan keputusan
• Dilibatkan computer, prosedur, suatu data base
Meskipun kenyataannya computer tidak lebih daripada alat untuk memproses data,
banyak manajer memendang komputer sebagai elemen pusat suatu sistem informasi.
Kecendrungan sikap ini terlalu tinggi dan memutarbalikan peranan komputer. Peran
sebenarnya adalah menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan, perencanaan
dan kontrol.
Kerangka dasar dari sistem-sistem manajemen merupakan suatu langkah memahami
hubungan antara aktifitas-aktifitas manajemen dengan berbagai manfaat yang dapat
diiperolehnya. Penting sekali memahami kedua macam sistem konseptual dan
empiris, sebab dengan demikian kita mampu meletakan dasar dari klasifikasi
sistem organisasi dan sistem informasi manajemen.

EVALUASI SISTEM INFORMASI MANAJMEN DAKWAH
Evaluasi adalah proses penilaian, pengukuran sejauh mana program yang telah
direncanakan dapat terealisasikan dalam tiap pertemuan atau rencana serta
program diukur dalam parameter keberhasilan dan kegagalan. Dengan menganalisa
atau menilai melalui standar yang dibuat oleh lembaga atau organisasi dalam
memberikan informasi dakwah yang disampaikannya.
Evaluasi adalah suatu usaha untuk mengukur dan memberi nilai secaraa obyektif
pencapaian hasil-hasil yang telah direncanakan sebelumnya. Evaluasi sebagai
suatu fungsi manajemen berusaha untuk mempertanyakan efektifitas dan efensiensi
pelaksanaan dari suatu rencana sekalipun mengukur seobyektif hasil-hasil
pelaksanaan itu dengan ukuran-ukuran yang dapat diterima piahk-pihak yang
mendukung suatu rencana.
Tahapan Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Dakwah:
1. Evaluasi terprogram yaitu evaluasi yang dilakukan ketika setiap ada kegiatan
atau program yang dilaksanakan.
2. Evaluasi tahunan yaitu evaluasi yang dilakukan diakhir tahun tentang
informasi atau data yang dikeluarkan oleh sistem informasi manajemen dakwah itu
sendiri.
Secara ekplisit, pengertian evaluasi sering digunakan untuk menunjukan
tahap-tahap didlam siklus pengelolaan, yang secara umum dapat dibagi menjadi
tiga kategori yaitu:
a. Evaluasi pada tahap perencanaan, untuk menetukan segala prioritas terhadap
berbagai alternatif dan kemungkinan terhadap cara mencapai tujuan yang telah
dirumuskan sebelumnya.
b. Evaluasi pada tahap pelaksanaan, evaluasi ini adalah suatu kegiatan melakukan
analisa untuk menentukan tingkat kemajuan pelaksanaan dibandingkan dengan
rencana.
c. Evaluasi pada tahap pasca pelaksnaan, yang dinilai dan dianalisa adalah
evaluasi hasil pelaksnaan kegiatan tersebut sesuai dengan tujuan yang ingin
dicapai.

LANGKAH-LANGKAH EVALUASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAKWAH
1. menciptakan standar, missal standarisasi dalam informasi yang dikeluarkan
2. membandingkan kegiatan yang dilakukan dengan standar
3. melakukan tindakan koreksi, koreksi dalam setiap program baik terprogram
ataupun tidak terprogram
Tujuan Evauasi:
a. Kemapuan teknis
b. Pelaksanaan operasional
c. Pendayagunaan system

ANALISA SYSTEM INFORMASI MANAJEMEN DAKWAH
1. mengamati perkembangan dakwah, dilingkungan masyarakat seberapa jauh peran
serta sistem informasi manajemen dakwah memberikan konstribusi informasinya
dalam memberikan gagasan maupun pemberitaan yang disampaikan.
2. Membuat peta dakwah, peran serta sistem informasi manajemen dakwah dalam
menyampaikan pesan-pesannya sudah tersalurkan kebeberapa segmentasi masyarakat
yang ada, baik keragaman yang ada dari segi budaya, sosial, politik, dan
sebagainya.

GLOSARIUM
1. sistem infommasi manajemen adalah sebuah organisasi, sejumlah proses yang
menyediakan informasi kepada manajer sebagai dukungan dalam operasi dan
pembuatan keputusan dalam suatu organisasi.
2. sistem merupakan bagian-bagian yang tersusun dan saling berhubungan untuk
suatu tujuan bersama.
3. organisasi adalah sistem dari subsistem-subsistem atau bagian-bagiannya
(divisi, departemen, fungsi, unit, dan lain-lain).
4. sistem konseptual adalah sistem dari keterangan atau klasifikasi (baru
terkonsep tapi belum ada bahan-bahannya).
5. sistem empiris, adalah sistem yang tersusun dari sistem operasional nyata
dari manusia, bahan, mesin, tenaga dan benda fisik lainnya dan seperti
sistem-sistem lain yang tak dapat diraba juga masuk menjadi kelompoknya
(bedasarkan dari pengalaman / sudah menyiapkan bahan-bahannya dan sudah
tersedia).

Daftar Pustaka
1. Soedrajat Soegito. (2003) sistem informasi manajemen, penerbitan Universitas
Terbuka, Jakarta
2. Firman B. Aji, PDE Perencanaan dan Evaluasi, Bumi Aksara

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar