Kamis, 27 Mei 2010

Soal-Soal Perkuliahan

DEPARTEMEN AGAMA
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
SUMATERA UTARA
FAKULTAS DAKWAH

Jalan Williem Iskandar Pasar V
Telp. 661568-662925 Fax. 6615683
Medan Estate 20371

UJIAN SEMESTER GANJIL
TAHUN AKADEMIK 2008/2009

HARI/TANGGAL : SENIN/12 JANUARI 2009
MATA KULIAH : MANAJEMEN ORGANISASI ISLAM
PUKUL : 10.30–11.30 WIB (60 MENIT)
DOSEN : HASNUN JAUHARI RITONGA, MA

Petunjuk:
a.Tulis identitas Anda pada kolom yang tersedia di lembar jawaban!
b.Bacalah pengantar soal dengan seksama!
c.Pergunakan waktu sebaik-baiknya dan kerjakan terlebih dahulu soal yang Anda anggap
lebih mudah!
d.Selamat Ujian, Semoga Sukses, Amin !!!

Soal:

1. Setiap lembaga atau organisasi, bahkan orang secara individu sekalipun,
memiliki permasalahan. Apakah permasalahan harus dihindari? Atau adakah
orang atau organisasi yang tidak memiliki permasalahan? Pasti tidak. Problem
sebenarnya bukan untuk dihindari, tetapi untuk dicarikan solusinya.
Pencarian solusi terhadap problem yang muncul inilah yang disebut problem
solving. Ketika sebuah organisasi secara cekatan dan cermat melakukan
problem solving, maka dipastikan organisasi tersebut akan lebih dewasa dan
mapan. Dalam prinsip-prinsip Islam, setiap masalah yang dihadapi suatu
organisasi haruslah disikapi secara arif atau bijaksana. Rekonsiliasi dan
konsolidasi menjadi sangat urgen. “Fa ashlihu baina akhawaikum” (maka
damaikanlah di antara keduanya (yang bertikai), kata Allah Swt. dalam salah
satu penggalan ayat Alquran. Tuliskan 3 (tiga) bentuk permasalahan yang
sering dihadapi organisasi Islam, kemudian jelaskan! (skor 12)

2. Selain kepemimpinan Rasulullah Saw., kepemimpinan para sahabat atau
khulafa’ur rasyidin dijadikan sebagai model kepemimpinan ideal dalam Islam.
Jelaskan dengan singkat karakteristik kepemimpinan masing-masing khalifah
pada masa kepemimpinan khulafa’ur rasyidin! (skor 8)

3. Secara singkat human relations Rasulullah saw. dapat dipahami sebagai pola
pergaulan Rasulullah di tengah-tengah masyarakat. Tentu saja pergaulan Nabi
Saw itu tidak hanya kepada umat Islam, tetapi juga kepada non-muslim yang
berada di bawah kekuasaan Islam saat itu. Tuliskan satu ayat Al-Qur’an
beserta terjemahnya yang berkaitan dengan human relations Rasulullah Saw!
(skor 7)

4. Zakat, Infaq, Shadaqah, dan Wakaf merupakan sumber-sumber keuangan yang
cukup potensial bagi organisasi Islam. Tetapi ternyata banyak organisasi
Islam yang operasionalnya ”hidup segan mati tak mau”. Apakah tidak ada orang
Islam yang ber-ZIS dan Wakaf lagi? Setiap tahun umat Islam mengumpulkan
zakat yang cukup besar jumlahnya, bahkan Infaq, Shadaqah dan Wakaf tidak
terikat dengan waktu. Ini menjadi masalah yang serius. Dari realitas
tersebut, jelaskan kenapa ZIS dan Wakaf tidak sepenuhnya dapat meng”hidupi”
organisasi Islam! (skor 13)
----ooo0ooo----

DEPARTEMEN AGAMA
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
SUMATERA UTARA
FAKULTAS DAKWAH

Jalan Williem Iskandar Pasar V Telp. 661568-662925 Fax. 6615683 Medan Estate 20371

UJIAN SEMESTER GANJIL
TAHUN AKADEMIK 2008/2009

HARI/TANGGAL : SENIN/05 JANUARI 2009
MATA KULIAH : BUDAYA ORGANISASI
PUKUL : 11.45–12.45 WIB (60 MENIT)
DOSEN : HASNUN JAUHARI RITONGA, MA

Petunjuk:
a. Tulis identitas Anda pada kolom yang tersedia di lembar jawaban!
b. Bacalah pengantar soal dengan seksama!
c. Pergunakan waktu sebaik-baiknya dan kerjakan terlebih dahulu soal yang Anda
anggap lebih mudah!
d. Selamat Ujian, Semoga Sukses, Amin !!!

Soal:
1. Fakta-fakta menarik yang dapat diamati dari sistem pengelolaan organisasi Jepang
antara lain: bangsa Jepang lebih suka mengaitkan diri mereka sebagai anggota
organisasi dan perkumpulan tertentu jika memperkenalkan diri daripada
memperkenalkan diri berdasarkan asal negara dan keturunannya. Mereka bangga jika
dikaitkan dengan organisasi besar dan berprestasi, tempat mereka bekerja. Kemauan
bangsa Jepang menjadi hamba organisasinya merupakan faktor kesuksesan negara itu
menjadi penguasa besar dalam bidang ekonomi dan industri. Sikap ini ditunjukkan
dengan cara mengorbankan pendapat pribadi, masa istirahat, gaji dan sebagainya
untuk menjaga dan mempertahankan kelangsungan organisasinya. Sikap ini berbeda
dengan bangsa barat yang memberikan ruang sebesar-besarnya kepada anggota
organisasi untuk berpendapat dan mengemukakan pandangan. Dalam sistem pengelolaan
Jepang ini individu tidak penting jika dibandingkan dengan perkumpulan dan
organisasi. Orang Jepang sanggup berkorban dengan bekerja lembur tanpa mengharap
bayaran. Mereka merasa lebih dihargai jika diberikan tugas pekerjaan yang berat
dan menantang. Bagi mereka, jika hasil produksi meningkat dan perusahaan mendapat
keuntungan besar, secara otomatis mereka akan mendapatkan balasan yang setimpal.
Dalam pikiran dan jiwa mereka, hanya ada keinginan untuk melakukan pekerjaan
sebaik mungkin dan mencurahkan seluruh komitmen pada pekerjaan. Bagaimana dengan
budaya masyarakat atau organisasi kita, jelaskan? (skor 15)

2. Paling tidak ada 4 (empat) macam tipe budaya organisasi, yaitu power culture,
role culture, support culture, dan achievement culture. Jelaskan masing-masing
tipe tersebut! (skor 10)

3. Dalam kondisi bagaimanakah budaya organisasi dapat diubah? (skor 5)

4. Ada 3 (tiga) tahapan upaya mempertahankan budaya organisasi, yaitu tahap
selektivitas, tahap peran manajemen puncak, dan tahapan sosialisasi. Jelaskan
ketiga tahapan dimaksud! (skor 10)
----ooo0ooo----

DEPARTEMEN AGAMA
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
SUMATERA UTARA
FAKULTAS DAKWAH

Jalan Williem Iskandar Pasar V Telp. 661568-662925 Fax. 6615683 Medan Estate 20371

UJIAN SEMESTER GENAP
TAHUN AKADEMIK 2008/2009

HARI/TANGGAL : SENIN/15 JUNI 2009
MATA KULIAH : MANAJEMEN ORGANISASI
PUKUL : 09.15–10.15 WIB (60 MENIT)
DOSEN : HASNUN JAUHARI RITONGA, M.A.
SEM./JURUSAAN : IV / KPI & BPI

Jawaban benar untuk soal No. 1 s/d 15 bobot nilainya masing-masing: 2 (dua).
A. Soal No. 1 s/d 5 MENJODOHKAN. Pilihlah satu jawaban yang paling benar pada alternatif jawaban di bawah untuk menjawab pertanyaan atau melangkapi pernyataan berikut!
1. Perwujudan konkret adanya perencanaan kegiatan di dalam suatu organisasi adalah…
2. Perwujudan konkret adanya pembagian tugas di dalam suatu kegiatan/organisasi adalah …
3. Pada prinsipnya ungkapan “doing things right” dan “doing the right things” adalah upaya organisasi untuk mewujudkan...
4. Setiap organisasi, bahkan orang secara individu sekalipun, memiliki problem (masalah). Problem sebenarnya bukan untuk dihindari, tetapi untuk dicarikan solusinya. Istilah ini disebut...
5. Sisi positif dari sikap bijaksana dalam memecahkan/menyelesaikan masalah adalah…

Alternatif Jawaban:

a.Problem solving
b.Efektivitas dan efisiensi
c.Kedewasaan dan kreativitas
d.Struktur organisasi
e.Konsensus
f.Planning
g.Proposal kegiatan

B. Untuk soal No. 6 s/d 10 PILIHAN BERGANDA. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat:
6. Planning, organizing, actuating, dan controlling adalah fungsi-fungsi manajemen, dikemukakan oleh……
a. Feter Drucker c. George R. Terry
b. Henry Fayol d. John F. Me
7. Di dalam organisasi, salah satu tujuan pembagian tugas (job description) adalah agar tidak terjadi…
a. over lapping c. over head projector
b. over dosis d. over minder
8. Berikut yang tidak termasuk upaya penyelesaian masalah adalah….
a. konsensus c. superordinate goals
b. konfrontasi d. mencari kambing hitam
9. Salah satu cara stimuli konflik adalah dengan….
a. diam c. kompromi
b. reward and punishment d. walk out
10. Berdasarkan kepastian struktur, organisasi dibagi menjadi…
a. formal & informal c. lini & staf
b. sosial & politik d. alienatif & kalkulatif

C. Soal No. 11 s/d 15 BENAR – SALAH. Tulislah B jika benar, atau tulislah S jika salah.
11. Alasan yang tepat akan pentingnya berorganisasi sering dikaitkan dengan dengan istilah homo socius, zoon politicon, dan homo economicus.
12. Ada 3 (tiga) bentuk pengelolaan konflik yaitu melakukan warming up, pengurangan konflik, dan penyelesaian konflik.
13. Permasalahan utama yang dihadapi organisasi-organisasi Islam dewasa ini bertumpu pada tiga hal, yaitu persoalan dana, manajemen dan budaya organisasi.
14. Berdasarkan organizing committe yang telah dibuat, masing-masing anggota berperan sesuai bidangnya, tetapi ketika kegiatan telah selesai dan berhasil, maka biasanya yang mendapat “nama” hanya ketua, sekretaris dan bendahara. Keberhasilan tersebut menjadi milik mereka bertiga, dan hal itu sangat wajar.
15. Pada saat konflik muncul, kita harus berteriak dan memberitahukannya kepada teman-teman. Karena dengan begitu kita akan merasa puas dan kepuasan itu berarti telah menyelesaikan masalah.

D. Soal No. 16 ESSAY TEST. Jawablah pertanyaan berikut secara baik dan benar (Bobot Nilai: 10)
16. Pemberian motivasi merupakan bagian dari actuating. Tuliskan jenis-jenis motivasi dan peran masing-masing di dalam membangun organisasi!



Soal Mid Semester
Mata Kuliah : Manajemen Organisasi
Jurusan : KPI-A
Hari/Tgl : Rabu, 7 April 2010

Jawaban benar untuk soal No. 1 s/d 20 bobot nilainya masing-masing: 1 (satu).
A.Pilihlah satu jawaban yang paling benar pada Alternatif Jawaban di bawah!

1. Proses pengelolaan organisasi yang diawali dengan membuat perencanaan dan pengorganisasian sebelum kemudian menggerakkan anggota untuk berbuat atau melaksanakan sesuatu di bawah pengawasan agar berjalan sesuai dengan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Pernyataan ini merupakan pengertian atau pemahaman tentang …
2. Pembagian tugas ke dalam struktur yang di dalamnya diperjelas job description masing-masing disebut sebagai…
3. Pada prinsipnya ungkapan “doing things right” dan “doing the right things” adalah upaya organisasi untuk mewujudkan...
4. Ketua, sekteraris, bendahara, koordinator bidang, dan staf dapat dijumpai dalam…...
5. Penyebutan secara jelas tugas-tugas di dalam organisasi sebagai susunan dalam strukturnya, seperti misalnya adanya ketua, sekretaris, bendahara, dan seterusnya disebut sebagai organisasi….
6. Pandangan atau gambaran umum tentang keinginan suatu organisasi di masa depan disebut sebagai ……. organisasi.
7. Bidang garapan suatu organisasi sebagai program-programnya merupakan ……… suatu organisasi.
8. Etika dan moral organisasi yang terwujud secara tertulis adalah …..
9. Nilai-nilai yang diyakini dan menjadi semangat dalam diri seseorang atau suatu organisasi untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu disebut…
10. Nilai-nilai perilaku yang ditunjukkan oleh seseorang atau organisasi ketika berinteraksi dengan lingkungannya adalah pengertian ….. organisasi.
11. Planning, organizing, actuating, dan controlling adalah fungsi-fungsi manajemen, dikemukakan oleh……
12. merupakan prinsip …..
13. Q. s. Al-Hasyr, ayat 18 berkaitan dengan prinsip ….. dalam organisasi.
14. Hal mendasar suatu organisasi disebut sebagai organisasi Islam terletak pada ……..-nya yang harus sesuai dengan Islam yakni bersumber dari Alquran dan Hadis Nabi Saw.
15. Salah satu alasan yang tepat akan pentingnya berorganisasi sering dikaitkan dengan dengan istilah ….
16. Salah satu fungsi adanya tujuan di dalam organisasi tergambar dalam pernyataan bahwa segala kegiatan yang dilaksanakan dianggap sah ketika ia berjalan menuju tujuan yang telah ditentukan. Alasan ini disebut sebagai sumber....
17. Di posisi manapun, apakah ketua, atau anggota, dan lain-lain, setiap anggota organisasi punya perannya masing-masing dan punya kontribusi terhadap kemajuan organisasi. Inilah yang disebut tim. Prinsip ini dikatakan sebagai prinsip ..... dalam organisasi.
18. Perbedaan mendasar antara organisasi dengan crowd (kerumunan), seperti orang berkumpul di lapangan mendengarkan ceramah, terletak pada ....
19. Pelopor manajemen sebagai ilmu adalah ....
20. Jika manusia tidak berorganisasi maka ia akan mengalami kelainan atau ....
Alternatif Jawabab:

A. Misi
B. Efektivitas dan efisiensi
C. Visi
D. Struktur Organisasi
E. Formal
F. Primer
G. AD/ART
H. Manajemen
I. Abnormal
J. Etos kerja
K. Futuristik
L. Azas atau Prinsip
M. Homo Economicus
N. Etika
O. Motivasi
P. Esprit d’Corps
Q. Peraturan
R. Frederick W.Taylor
S. Abraham Maslow
T. Legitimasi
U. Pengorganisasian
P. George R. Terry
W. Moral

B. Jawaban benar untuk soal ini bobot nilainya: 5 (lima).
21. Artikan (bukan jelaskan) secara singkat istilah-istilah berikut!

a. Job Description :................
b Zoon Politicon :................
c. Strenght-Weakness-Opportunity-Treaty (SWOT): ............
d. Men-Materials-Money-Machines-Methods-Market (6M): .......
e. Reward-Punishment: ...........


Pernyataan untuk Soal:
MANUSIA DAN KERA SATU NENEK MOYANG?

TV National Geographic menayangkan dua film dokumenter pada bulan April 2003 dalam edisi Eropa, berjudul A Tale of Three Chimps (Kisah Tiga Simpanse) dan My Favorite Monkey (Monyet Kesukaanku). Dokumenter-dokumenter tersebut menunjukkan kemiripan yang jelas mengenai pesan yang ingin mereka sampaikan. Penayangan berkelanjutan dokumenter-dokumenter ini oleh Televisi National Geographic, isi serta waktunya menunjukan bahwa propaganda evolusionis yang sangat terencana sedang berlangsung. Saluran ini, yang pada bulan Maret 2003 menyajikan pada kita dongeng tentang “anjing yang masuk ke laut dan menjadi seekor paus” dan “ikan yang merayap ke darat untuk meninggalkan laut dan tumbuh kakinya” dalam Great Transformations (Perubahan-perubahan Besar), saat ini menawarkan kita cerita lain dan mencoba menanamkan apa yang disebut sebagai evolusi manusia.
Dokumenter "A Tale of Three Chimps" yang menggambarkan simpanse-simpanse yang bekerja di sirkus, dan "My Favorite Monkey" adalah tentang hewan macaque berekor. Keseluruhan tayangan kedua film tersebut banyak memberikan contoh yang memperlihatkan perilaku cerdas pada monyet, dan kesan yang diberikan adalah karena monyet dianggap sebagai kerabat dekat manusa, kecerdasan mereka tentunya tinggi. Tujuan penulisan artikel ini adalah mengungkap pemahaman-pemahaman Darwinisme yang membelenggu kedua tayangan dokumenter tersebut.

Klaim Bahwa Simpanse dan Manusia Berkerabat atau
Memiliki Hubungan Genetika adalah Tidak Benar


Tepat pada bagian awal film ini terdapat pernyataan bahwa simpanse adalah “Kerabat Spesies” manusia dan dikatakan bahwa para ilmuwan menyadari kemiripan-kemiripan antara kedua spesies sebelum kemiripan genetika mereka dapat dibuktikan.

Pandangan TV National Geographic TV's tentang monyet sebagai “Kerabat Spesies” manusia tidak lebih dari prasangka pendukung Darwin dan tidak berdasar pada penemuan-penemuan ilmiah. Sama sekali tidak ada bukti yang mendukung klaim bahwa manusia dan kera berevolusi dari satu nenek moyang. Menghadapi gambaran yang dihasilkan oleh catatan fosil, palaentologis evolusionis mengakui bahwa mereka telah meninggalkan harapan untuk menemukan “rantai yang hilang” antara manusia dan simpanse.
Pengakuan bahwa “kemiripan genetis” antara manusia dan kera telah dipastikan merupakan sebuah penipuan, murni dan sederhana. Kemiripan genetic adalah sebuah skenario yang dihasilkan dari penyimpangan data mengenai DNA manusia dan simpanse dengan maksud mendukung Darwinisme. Meskipun demikian, skenario ini memang busuk sampai akar-akarnya, karena mengakui bahwa DNA muncul dengan cara mutasi evolusi acak. Meskipun demikian, kenyataannya adalah efek mutasi pada organisme, tidak dapat dipungkiri, membahayakan, dan bahkan sebagian dari hasil mutasi berakibat fatal. DNA mengandung informasi berarti yang terekam dalam suatu sistem sandi istimewa. Mutasi acak tidak mungkin dapat menambahkan informasi baru pada DNA suatu organisme dan merubahnya menjadi spesies baru. Seluruh eksperimen dan observasi tentang mutasi menunjukkan hal tersebut.
Lebih lanjut, kesalahan angka yang diajukan dalam propaganda kemiripan genetic ini juga telah muncul dalam penemuan-penemuan ilmiah baru dalam bulan-bulan terakhir. Penemuan oleh ahli genetika California Institute of Technology telah menunjukkan bahwa perbedaan genetic antara manusia dan simpanse tiga kali lebih besar dibandingkan yang selama ini telah diklaim.1 Telah ditunjukkan bahwa tidak ada bukti ilmiah mengenai hal yang sangat sering ditekankan dalam propaganda evolusionis. (Untuk lebih detilnya mengenai penemuan ilmiah yang telah mengehancurkan skenario evolusi manusia, lihat Darwinism Refuted (Sangkalan Terhadap Darwinisme) oleh Harun Yahya di www.harunyahya.com dibawah subtopik “Refutation of Darwinism" (Penyangkalan terhadap Darwinisme).)
Dokumenter Televisi National Geographic, "My Favorite Monkey," menyatakan bahwa manusia dan kera memiliki kemiripan faal, dan hal ini dilihat sebagai bukti evolusi. Diberikan ruang bagi seorang dokter hewan untuk berkomentar mengenai seekor monyet yang dibawa kepadanya untuk pengobatan. Dokter hewan ini menyatakan bahwa beberapa obat yang digunaknnya pada monyet itu sebenarnya adalah obat untuk manusia, dan mengutip hal tersebut sebagai bukti bahwa kedua spesies tersebut memiliki hubungan kekerabatan.
Meskipun demikian, kenyataan bahwa obat-obatan terbukti ampuh pada kedua spesies tidak memberikan bukti apapun bagi teori evolusi. Perbandingan semata-mata dibuat seseorang sesuai dengan persangkaan-persangkaan pengikut Darwin. Secara alami zat-zat kimia serupa memang seharusnya berguna untuk manusia dan kera. Kedua spesies hidup di biosfir yang sama dan memiliki molekul-molekul organik berdasar karbon yang sama. Kesamaan struktur ini bukan hanya dimiliki manusia dan kera, tapi juga seluruh alam. Misalnya, manusia memproduksi obat-obatan dari darah kepiting ladam (“horseshoe crab”). Namun bukan berarti manusia dan kepiting ladam memiliki hubungan kerabat. Di sisi lain, transplantasi ginjal yang dilakukan dari simpanse ke manusia menunjukan pukulan telak bagi klaim mengenai kemiripan fungsi faal tubuh. Dr. Keith Reemtsma dari Tulane University melakukan lebih dari selusin transplantasi dari simpanse ke manusia pada tahun 1963, namun semua pasiennya meninggal.2 Hal itu disebabkan metabolisme simpanse bekerja lebih cepat, oleh alas an tersebut sehingga menyebabkan sel-sel dalam jaringan ginjal simpanse menyerap air dengan cepat dalam tubuh manusia penerima organ.

Agenda Darwinisme
Informasi yang telah disampaikan sejauh ini menunjukkan kepada kita bahwa teori evolusi adalah klaim yang jelas-jelas berbeda dengan temuan-temuan ilmiah. Klaim teori ini atas asal usul kehidupan tidak bersesuaian dengan sains, mekanisme evolusioner yang diajukannya tidak memiliki kekuatan evolusioner, dan fosil-fosil menunjukkan bahwa bentuk-bentuk antara yang diwajibkan teori ini tidak pernah ada. Maka, tentu kemudian teori evolusi mesti disingkirkan sebagai sebuah gagasan yang tidak ilmiah. Seperti inilah banyak gagasan, misalnya model alam semesta dengan bumi sebagai pusat, telah dikeluarkan dari agenda sains sepanjang sejarah.
Namun, teori evolusi tetap disimpan sebagai agenda sains. Sejumlah orang malahan berupaya menamakan kritisisme yang diarahkan kepada teori ini sebagai “serangan atas sains”. Mengapa?
Alasannya adalah bahwa teori evolusi merupakan kepercayaan dogmatis yang tak boleh disingkirkan bagi sementara kalangan. Kalangan ini secara membuta mengabdikan diri kepada filsafat materialis dan mengadopsi Darwinisme karena inilah satu-satunya penjelasan materialis yang dapat dikemukakan untuk bekerjanya alam.
Yang menarik, mereka pun mengakui fakta ini dari waktu ke waktu. Ahli genetika evolusionis terkenal dari Universitas Harvard, Richard C. Lewontin, mengakui bahwa dia ”pertama dan utama adalah seorang materialis dan baru ilmuwan”:
Bukan metode dan institusi sains yang mendorong kami menerima penjelasan material tentang dunia yang fenomenal ini. Sebaliknya, kami dipaksa oleh keyakinan apriori kami terhadap prinsip-prinsip material untuk menciptakan perangkat penyelidikan dan serangkai konsep yang menghasilkan penjelasan material, betapapun bertentangan dengan intuisi, atau membingungkan orang-orang yang tidak berpengetahuan. Lagi pula, materialisme itu absolut, jadi kami tidak bisa membiarkan Kaki Tuhan memasuki pintu.
Ini merupakan pernyataan yang eksplisit bahwa Darwinisme merupakan sebuah dogma yang terus dihidupkan hanya untuk ketaatan terhadap filsafat materialis. Dogma ini mempertahankan bahwa tiada keberadaan selain materi. Oleh karena itu, ia berargumen bahwa materi tak hidup dan tak berkesadaran telah menciptakan kehidupan. Ia berkeras bahwa jutaan spesies makhluk hidup yang berbeda-beda; misalnya, burung, ikan, jerapah, harimau, serangga, pepohonan, bunga, ikan paus, dan manusia berasal mula sebagai hasil dari interaksi antara materi seperti hujan yang turun, petir yang menyambar, dan seterusnya, dari materi tak hidup. Ini adalah sebuah ajaran yang bertentangan baik dengan akal sehat maupun sains. Akan tetapi para Darwinis terus mempertahankannya tepat sebagaimana “tidak membiarkan Kaki Tuhan memasuki pintu”.
(Dikutip dari Harun Yahya, Darwinism Refuted, 2002)

Ujian Mid Semester 2008/2009:
Pengantar Antropologi Sem. I Fak. Komunikasi
Prodi Ilmu Komunikasi
Universitas Dian Nusantara (UDNAS) Medan


Setelah Anda membaca teks di atas, buatlah kesimpulan 5-10 baris saja!
Diketik rapi pada kertas HVS Kwarto berjarak spasi ganda (double),
Dikumpul pada pertemuan selanjutnya.

Good Luck!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar